Pada awalnya, Ekspedisi Berantas ini sempat ditentang oleh para warga sekitar sungai yang mayoritas bermata pencaharian sebagai penambang pasir. Namun, setelah mendapat penjelasan dari pihak penyelenggara warga memahami hal tersebut. Sehingga warga mendukung gagasan tersebut. Lewat Ekspedisi Brantas ini, akhirnya pemerintah turut memberikan perhatian pada salah satu sungai terpanjang di Jawa Timur. perhatian yang ditunjukka pemerintah antara lain berupa pembuatan kerambah untuk para penambang sebagai pengganti mata penghasilan mereka selain menambang.
Lambat laun, banyak pihak yang mulai ikut menjadi partisipan. Pemerintah pun juga semakin antusias dengan kegiatan tersebut. “Setelah sekian periode penyelenggaraan periode ketiga inilah yang paling meriah karena semakin banyak partisipan yang mengikuti, termasuk para petinggi daerah seperti Ibu Hj. Haryanti Sutrisno selaku Ibu Bupati Kediri, KH. Abdul Wahid Badrus selaku Wakil Bupati Nganjuk, AKBP Deni Daryandi selaku Kapolres Kediri, dan Kompol Guritno selaku Wakapolres Nganjuk ”, ujar Bapak Heri Muda Setiawan selaku ketua panitia penyelenggaran.
Kegiatan Ekspedisi Berantas tak jauh beda dengan Ekspedisi sebelumnya yakni tabur benih ikan sebanyak 70.000, pembersihan sepanjang sungai berantas, dan tanam pohon sebagai simbolis. “Dengan diakannya acara tersebut besar harapan agar masyarakat dapat lebih mengahargai lingkungan terlebih sungai berantas dan untuk menertibkan para penambang pasir”, jelas Bapak Heri.