Kegiatan berlangsung Kamis (20/12) kemarin, Bupati Kediri Haryanti, Wakil Bupati (Wabup) Nganjuk Abdul Wachid Badrus, hadir dan melihat langsung dari dekat kondisi Brantas. Acara dimulai sekitar pukul 06.00, dibuka dengan doa bersama. Dilanjutkan penanaman bibit pohon di sekitar sungai, dan tabur benih ikan di Brantas. Pukul 07.00 rombongan tim Ekspedisi Brantas 3 mengawali start, dari lokasi pemberangkatan, di Desa Wanengpaten, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri.
Ekspedisi Brantas menggunakan enam perahu karet, yang mana salah satu perahu ditumpangi Bupati Kediri, Wabup Nganjuk, Kapolres Kediri. Perahu lainnya diisi jajaran legislatif, TNI, jajaran kepolisan, beberapa pejabat Pemkab Kediri dan Nganjuk. Rombongan menyisir sepanjang Sungai Brantas, dengan jarak tempuh sekitar 23 kilometer, dan berakhir di bawah Jembatan Kertosono, Desa Pelem, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk.
Rombongan melihat langsung kerusakan yang terjadi di sepanjang Brantas. Dan sempat berhenti di lokasi pembangunan Jembatan Papar-Kelutan. Disana siswa-siswi SMPN 1 Papar sudah siap menunggu kedatangan rombongan. Bupati Kediri dan Wabup Nganjuk, menyerahkan bibit pohon sirsak secara simbolis kepada perwakilan siswa. Perjalanan dilanjutkan hingga finish, sekitar pukul 09.00.
Di finish, rombongan disambut meriah siswa-siswi SMPN 2 Kertosono. Serta kampanye diet tas kresek, dan pembagian tas ramah lingkungan, oleh Komunitas Nol Sampah Surabaya. Bupati Haryanti, Wabup Wachid, kembali membagikan bibit pohon, kepada perwakilan siswa secara simbolis. Sedangkan Drs.H.Arifin, administratur PG. Pesantren Baru, memberi bantuan benih ikan sejumlah 70.000 ekor, dan perahu karet kepada Radar Kediri secara simbolis.
Bupati menyatakan jika pasir Brantas terus-menerus disedot, tanpa memerhatikan keseimbangan ekosistem, masyarakat yang akan dirugikan. Dampaknya tanggul, dan tebing akan ambrol, rumah akan terancam longsor, serta rusaknya jalan akibat dilalui truk. Sedangkan Wabup Wachid mengajak kepada masyarakat Kediri dan Nganjuk untuk saling menjaga kelestarian Brantas, demi masa depan anak cucu.
“Kondisi Brantas yang bersih, dan berfungsi dengan baik, akan menguntungkan masyarakat. Bagi para penambang pasir, akan diberi penyuluhan, diahlikan menjadi penambak ikan dikeramba, dengan begitu Brantas akan tetap terjaga,” jelas Antuji (30), panitia logistik Ekspedisi Brantas. Menurut Priyono (49), warga Pelem RT.01 RW.06, Kertosono Nganjuk. Dengan adanya Ekspedisi Brantas, merasa senang, karena ikannya bisa dipancing.
Ekspedisi didukung Pemkab Kediri, Pemkab Nganjuk, Gudang Garam, Brimob Kediri, BPBD Nganjuk, BPBD Jatim, TNI, PG Pesantren, PTPN X, dan Radar Kediri. Juga dimeriahkan para jurnalis dan fotografer pelajar yang berburu berita dan gambar, dalam rangka mengikuti lomba “School Journalist dan Photograph Contest Ekspedisi Brantas 3“ Radar Kediri. (ega/afi)