Pengukuran kualitas air dilakukan mulai dari start, desa Wenengampeng Rejo, hingga finish di Desa Pelem, Kecamatan Kertosono dengan menaiki perahu boat bersama Bupati Nganjuk. Dilihat dari kejauhan pun sungai Brantas sudah terlihat bersih, sehingga tidak diragukan jika hasil peninjauan air melebihi standar. Sangat setuju bila di awal acara Ekspedisi Brantas para pejabat menabur benih ikan karena air yang berkualitas bagus akan mendukung perkembangan ekosistem di dalamnya.
Tidak sedikit sungai yang kotor,banyak sampah,air keruh dan berbau tidak enak. Hal tersebut dikarenakan masyarakat sekitar yang enggan untuk merawat. Jika keadaan sungai yang tidak layak tersebut terus menerus tidak ditanggulangi,maka dampak negatif akan timbul dan merugikan masyarakat di sekitarnya. Semua kegiatan manusia akan mendapat hasil yang sama pula. Sehingga jika manusia berulah tidak baik maka hasil yang mereka dapat juga tidak baik.
Dan jika berbicara masalah sungai yang bersih, itu juga karena masyarakat. Pasalnya siapa lagi pihak yang mampu menjaga sungai yang bersih selain masyarakat itu sendiri. Hal tersebut cocok untuk sungai Brantas yang terkenal bersih, kebersihan sungai tidak lepas berkat dari masyarakat sekitarnya. Masyarakat mampu menjaga dengan baik sumber daya alam yang memang dianugerahkan untuk kelangsungan hidup manusia. (tim)