Slideshow

  • Event Tambahan Ekspedisi Brantas III
    Radar Kediri mengadakan kembali even pedli lingkungannya, Ekspedisi Brantas, untuk tahun ketiganya. Untuk lebih memeriahkannya, Ekspedisi Brantas memiliki even tambahan bagi para siswa jurnalis...

  • Bagikan Bibit Sengon
    Upaya yang dilakukan Pemkab Kediri bersama para sponsor patut diacungi jempol. Pasalnya, dengan diadakannya Ekspedisi Brantas 3 yang diselenggarakan pada hari Kamis...

  • Nongkrong Sambil Nonton
    Penyambutan kedatangan Bupati di Desa Pelem, Kecamatan Kertosono membawa puluhan orang untuk ikut serta menyaksikan. Pukul 10.00 WIB rombongan Bupati beserta yang lain...

  • Jadi Prioritas Utama
    Kamis (20/12), telah berjalan dengan sukses acara peduli lingkungan Ekspedisi Brantas 3. Ekspedisi Brantas yang kali ini diselenggarakan di 3 tempat, antara lain: Gampengejo, Jembatan Papar dan Desa Pelem, Kertosono...


Berita Terbaru

KEDIRI - Kamis (20/12), Radar Kediri menggelar acara tahunan yang sudah berjalan tiga kali, yakni Ekspedisi Brantas. Acara tahunan tersebut dilaksanakan di tiga tempat : di desa Wanengpaten, Gampengrejo, Kabupaten Kediri. Acara tahunan ini sebagai ajang peduli lingkungan untuk mengetahui kualitas sungai Brantas. Sebagai objek acara, sungai Brantas memiliki beberapa keistimewaan, salah satunya pada salinitas airnya. PH (Power of Hydrogen) air sungai pada umumnya ukuran adalah 4 sampai dengan 6 mg/liter. Sedangkan sungai Brantas memiliki pH di atas standar yaitu 7 mg/liter, yag berarti salinitas sungai itu netral. Hal tersebut membuktikan bahwa penduduk sekitar sungai mampu berfikir cermat untuk menjaga kebersihan sungai yang menjadi objek kebanggaan. Alhasil sungai dan daerah sekitarnya bebas bau sampah. Bapak Prigi Arisandi adalah orang pertama yang mengetahui kualitas sungai Brantas. Menurut pendapat beliau kualitas air Brantas memang benar-benar bagus akhir-akhir ini. Beliau berpesan agar mempertahankan kebersihan sungai. “Harus tetap dijaga kebersihannya, biar sehat,” ujarnya dengan wajah sumringah.

Pengukuran kualitas air dilakukan mulai dari start, desa Wenengampeng Rejo, hingga finish di Desa Pelem, Kecamatan Kertosono dengan menaiki perahu boat bersama Bupati Nganjuk. Dilihat dari kejauhan pun sungai Brantas sudah terlihat bersih, sehingga tidak diragukan jika hasil peninjauan air melebihi standar. Sangat setuju bila di awal acara Ekspedisi Brantas para pejabat menabur benih ikan karena air yang berkualitas bagus akan mendukung perkembangan ekosistem di dalamnya.

Tidak sedikit sungai yang kotor,banyak sampah,air keruh dan berbau tidak enak. Hal tersebut dikarenakan masyarakat sekitar yang enggan untuk merawat. Jika keadaan sungai yang tidak layak tersebut terus menerus tidak ditanggulangi,maka dampak negatif akan timbul dan merugikan masyarakat di sekitarnya. Semua kegiatan manusia akan mendapat hasil yang sama pula. Sehingga jika manusia berulah tidak baik maka hasil yang mereka dapat juga tidak baik.

Dan jika berbicara masalah sungai yang bersih, itu juga karena masyarakat. Pasalnya siapa lagi pihak yang mampu menjaga sungai yang bersih selain masyarakat itu sendiri. Hal tersebut cocok untuk sungai Brantas yang terkenal bersih, kebersihan sungai tidak lepas berkat dari masyarakat sekitarnya. Masyarakat mampu menjaga dengan baik sumber daya alam yang memang dianugerahkan untuk kelangsungan hidup manusia. (tim)

Categories:

Leave a Reply